
- Target transaksi "Indonesia Properti Expo 2014" Rp 2,1 triliun.
Demikian Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Rudy Margono, mengatakan pendapatnya kepada Kompas.com, Sabtu (8/2/2014) usai pembukaan "Indonesia Properti Expo 2014", di Jakarta Convention Center.
Menurut Rudy, tahun inilah peluang emas bagi masyarakat untuk berinvestasi di sektor properti. Meski didera oleh berbagai macam peraturan Bank Indonesia, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS serta tingginya harga material bangunan, properti tetap pilihan investasi terbaik.
"Properti, terutama rumah merupakan kebutuhan mendasar dan sangat dibutuhkan masyarakat. Hanya, pasokannya terbatas, sementara kebutuhan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi. Sifat investasi properti adalah tangible, ada barangnya dan tak akan bisa dibawa lari. Pendek kata, properti adalah instrumen investasi terbaik," panjang lebar Rudy menjelaskan.
Selain itu,
sektor properti juga diketahui mampu menggerakkan sekitar 150 industri
lainnya. Dengan begitu, tak keliru bila properti dikatakan sebagai
generator perkembangan dan kemajuan ekonomi Nasional.
Oleh karena itu, lanjut Rudy, pengembang akan terus memproduksi portofolio baru. Seburuk apa pun kondisi makro ekonomi, pengembang tetap komit membangun, karena ekuilibrium belum tercapai. Kebutuhan masih jauh lebih besar ketimbang pasokan.
"Melalui
pameran yang diadakan secara berkala, calon konsumen dan investor dapat
memilih properti yang diinginkan. Dengan begitu, transaksi akan
terjadi. Tidak hanya menguntungkan pengusaha dan pengembang, untuk
masyarakat luas juga," imbuh Rudy seraya mengatakan untuk pameran
"Indonesia Properti Expo" tahun ini, pihaknya menargetkan transaksi
senilai Rp 2,1 triliun.
Oleh karena itu, lanjut Rudy, pengembang akan terus memproduksi portofolio baru. Seburuk apa pun kondisi makro ekonomi, pengembang tetap komit membangun, karena ekuilibrium belum tercapai. Kebutuhan masih jauh lebih besar ketimbang pasokan.
Untuk
diketahui, menurut catatan Kementerian Perumahan Rakyat kebutuhan rumah
mencapai 700.000 hingga 800.000 unit per tahun dengan jumlah akumulatif
hingga saat ini sebanyak 15 juta unit. Dari kebutuhan sebanyak itu,
kemampuan membangun hanya 150.000 hingga 200.000 unit per tahun.
Sumber : KOMPAS.com
| RUANG INSPIRASI PROPERTI |
Bisnis properti adalah bisnis masa depan
Bisnis Property adalah bisnis Masa Depan! Bisnis yang tidak akan rugi bahkan omzet didiamkan saja tetap akan betambah nilai jualnya, karena ini merupakan langkah cerdas dan bijaksana.
Adapun isi Ebook ini akan membahas tentang :
1. Strategi Memulai Bisnis
2. Instrumen Modal
3. HOT DEAL Lahan
4. Survey Pasar itu Penting
5. Strategi Perencanaan Lahan
6. Strategi Perencanaan Keuangan
7. Strategi Memasarkan Properti
8. Bermain Cash Flow Bisnis
9. Kerjasama Perbankan
10. Mengelola Pembangunan
11. Pajak-pajak dalam Dunia Properti
12. 15 Nasehat Bisnis Developer Properti
Update Artikel bisa secara periodik (lengkap dengan bonus ebook,formula prhitungan harga rumah,perencanaan awl jd developer, pajak, cntoh surat prjanjian, dsb)
yuk..segera pesan di sini untuk anda yang akan menjadi developer sejati :
http://www.theproperty-developer.com/?id=belajarproperti
Bisnis Property adalah bisnis Masa Depan! Bisnis yang tidak akan rugi bahkan omzet didiamkan saja tetap akan betambah nilai jualnya, karena ini merupakan langkah cerdas dan bijaksana.
Adapun isi Ebook ini akan membahas tentang :
1. Strategi Memulai Bisnis
2. Instrumen Modal
3. HOT DEAL Lahan
4. Survey Pasar itu Penting
5. Strategi Perencanaan Lahan
6. Strategi Perencanaan Keuangan
7. Strategi Memasarkan Properti
8. Bermain Cash Flow Bisnis
9. Kerjasama Perbankan
10. Mengelola Pembangunan
11. Pajak-pajak dalam Dunia Properti
12. 15 Nasehat Bisnis Developer Properti
Update Artikel bisa secara periodik (lengkap dengan bonus ebook,formula prhitungan harga rumah,perencanaan awl jd developer, pajak, cntoh surat prjanjian, dsb)
yuk..segera pesan di sini untuk anda yang akan menjadi developer sejati :
http://www.theproperty-developer.com/?id=belajarproperti
No comments:
Post a Comment