Apakah Anda berencana menjual rumah? Anda bisa saja memasarkan sendiri rumah tersebut dengan mengiklankan di berbagai media atau situs properti seperti Rumah.com.
Namun, untuk itu Anda harus mengorbankan banyak waktu. Pasalnya, Anda mesti menerima telepon atau menerima orang yang ingin melihat kondisi rumah tersebut.
Sering terjadi hasil yang diperoleh tak sepadan dengan waktu dan tenaga yang Anda keluarkan. Belum lagi, jika Anda tidak tahu harga yang pas untuk rumah tersebut atau tidak tahu saat yang tepat untuk menjual. Hal ini mungkin tidak terjadi jika Anda menggunakan jasa broker properti.
Memang tak sedikit orang yang ragu menggunakan jasa broker atau agen properti untuk menjual rumahnya. Padahal, secara logika broker properti akan memberikan harga tertinggi agar dia mendapat komisi yang tinggi pula. Syaratnya: broker tersebut berpengalaman dan berkarakter baik.
Untuk mendapat harga jual yang bagus, si broker akan melakukan beragam upaya, seperti memasang iklan di media massa ataupun menyebarkan brosur/listing ke jaringan atau wilayah pemasaran yang dimilikinya. Selain itu, broker properti yang baik pandai menaksir harga rumah dan akan terus memantau perkembangan penjualan rumah Anda.
Di sisi lain, broker yang kurang baik tidak memiliki komitmen kuat. Biasanya dia akan menitipkan listing rumah Anda ke broker lain. Dengan demikian, penjualan rumah Anda bisa memakan waktu lama.
Tips Memilih Broker Properti
Untuk mendapatkan broker properti yang baik, ada beberapa tips:
1. Pastikan broker tersebut punya banyak pengalaman melakukan transaksi, terutama di kawasan lokasi rumah Anda.
2. Pastikan broker tersebut punya jaringan pembeli yang luas di kawasan lokasi rumah Anda.
3. Pastikan broker tersebut mampu menaksir/memprediksi nilai rumah Anda.
4. Dalam perjanjian dengan broker tersebut, pastikan ada komitmen bahwa broker tersebut tak akan menitipkan penjualan rumah Anda ke orang/broker lain.
5. Pastikan bahwa broker tersebut punya kebiasaan untuk mempromosikan/mengiklankan listing rumah Anda dengan biaya sendiri.
Anto Erawanantoerawan@rumah.comfoto: Anto Erawan
Sumber : www.rumah.com
| RUANG INSPIRASI MARKETING PROPERTI |
Saya
orang yang percaya bahwa setiap kita membantu orang lain, pasti kita
akan terbantu oleh orang lain, bahkan oleh “Invisible Hands”. Konsep
sederhana ini lah yang saya tanamkan di dua orang marketing baru sebuah
perusahaan properti yang sedang saya dampingi proyeknya.
Dari
data histori sebelumnya, penjualan properti perusahaan tersebut hanya
1-3 unit per bulan. Ini sungguh tidak menguntungkan. Bila kondisi
didiamkan saja, maka proyek bisa karam. Walau yang namanya properti
tidak basi, besok-besok masih bisa dijual lagi.
Pertanyaan
sederhana ketika saya datang ke proyek mereka, saya bertanya kepada dua
marketing yang ada. “Apa tujuan Anda jadi marketing?”. Jawaban yang
keluar adalah standar, “Saya ingin bekerja mencari uang dan
pengalaman.”.
Kemudian saya bertanya, “Boleh gak saya
minta ubah niat kalian bekerja di sini. Tolong diniatkan setiap hari
sebelum berangkat bekerja.”
“Apa itu pak?”
“Ubah
niat kalian yakni Anda datang ke kantor adalah untuk membantu orang
lain memiliki rumah. Agar konsumen Anda bisa memiliki hunian yang nyaman
untuk keluarganya. Utamakan orang lain terlebih dahulu, baru Anda akan
terutamakan. Bukankah ketika Anda memberi, Anda akan menerima lebih
banyak?”
Singkat cerita, saya meminta mereka untuk
melakukan Jurus Ubah Niat setiap pagi hari sebelum berangkat ke kantor.
Dan walhasil, “boom” dalam seminggu, mereka closing 6 unit, peningkatan
penjualan sampai 200%-600%. selanjutnya silahkan simak disini http://www.improperti.com
No comments:
Post a Comment